![]() |
| Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. SUARALAWANGKUARI/SK |
Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang hadir dalam kegiatan tersebut meminta panitia dan peserta membatasi aktivitas di luar ruangan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah paparan asap karhutla.
Pesan tersebut disampaikan Karolin menyusul kondisi udara di wilayah Landak yang terus memburuk seiring meningkatnya jumlah titik api dalam beberapa hari terakhir.
“Tingkat racun yang beredar dalam asap ini sudah masuk ke garis merah, sudah di bawah sedikit lagi mencapai pada garis bahaya. Tentunya kita tidak berharap ini terjadi, kita ingin agar udara kita segera bisa kembali sehat dan bersih,” ujar Karolin di Lapangan Bardan, Kabupaten Landak, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Karolin, persoalan karhutla di Kalimantan Barat saat ini juga menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ia menyebut Presiden Republik Indonesia telah tiba di Pontianak untuk memimpin rapat koordinasi terkait penanganan karhutla.
Menyikapi kondisi tersebut, Karolin mengatakan telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Landak untuk menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran lahan.
Ia juga meminta agar kegiatan peringatan HUT ke-81 RI yang melibatkan aktivitas luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
“Oleh karena itu, tanpa mengurangi semangat dari teman-teman yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik, kami tetap berpesan agar kita memperpendek acara, mempersingkat aktivitas di luar ruangan sehingga ini tidak menjadi sesuatu yang membahayakan bagi kita semua,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Karolin juga mengupayakan pembagian masker kepada masyarakat dan peserta saat kegiatan pawai armada pemadam kebakaran berlangsung.
Di tengah kondisi kabut asap, Karolin tetap memberikan apresiasi kepada para relawan pemadam kebakaran yang selama ini berada di garis depan dalam menghadapi bencana karhutla.
Menurutnya, para petugas menghadapi risiko besar ketika menjalankan tugas, terlebih di tengah musim kemarau dan kondisi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Pada saat masyarakat menghadapi musibah kebakaran, kalau orang lain lari, petugas dan relawan itu malah larinya menuju ke arah api. Pada saat yang lain menghindar dari panas, pemadam itu justru mendekati titik panasnya. Namun demikian, walaupun Bapak/Ibu adalah relawan, tentu keselamatan petugas haruslah tetap menjadi prioritas,” pesan Karolin.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Rio Candra Halim, mengatakan kegiatan bertajuk Semarak HUT ke-81 RI tersebut digelar untuk memperkuat solidaritas di antara para relawan pemadam kebakaran.
Kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri hingga belasan yayasan pemadam kebakaran swasta yang ada di Kabupaten Landak.
“Kegiatan ini memupuk rasa nasionalisme dan semangat patriotisme, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kesiapsiagaan fisik dan mental melalui semangat sportivitas di kalangan anggota pemadam kebakaran,” kata Rio.
Menurut Rio, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong. Pendanaan kegiatan bersumber dari swadaya anggota dan dukungan masyarakat serta para pengusaha di lingkungan Pasar Ngabang.
Rangkaian acara tersebut diisi dengan pawai kendaraan pemadam kebakaran dan berbagai lomba ketangkasan untuk meningkatkan kekompakan sekaligus kesiapsiagaan para relawan.
“Kegiatan ini bersumber dari swadaya, gotong royong anggota, serta dukungan dari pengusaha di lingkungan Pasar Ngabang. Harapan kami semangat kemerdekaan ini kian membakar semangat kita dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat, tanggap kepada masyarakat,” pungkas Rio.
Di tengah ancaman karhutla dan memburuknya kualitas udara, semangat para relawan pemadam kebakaran tetap menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat. Namun, keselamatan dan kesehatan para petugas juga menjadi perhatian utama agar mereka dapat terus menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.[SK]
