Mempawah (Suara Lawang Kuari) – Guru SMK Negeri 1 Mempawah Hilir berinisial SN akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan perselingkuhan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial hingga memicu aksi unjuk rasa ratusan siswa di lingkungan sekolah.
Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan kepada publik pada Kamis (6/8/2026) malam, SN membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan perbuatan perselingkuhan sebagaimana isu yang beredar di masyarakat maupun media sosial.
“Saya tidak pernah melakukan perbuatan perselingkuhan sebagaimana yang telah dituduhkan, diisukan, maupun disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu. Tuduhan tersebut tidak benar dan telah menimbulkan persepsi negatif yang merugikan diri saya,” tegas SN.
SN menjelaskan bahwa hubungannya dengan US hanya sebatas hubungan profesional sebagai rekan kerja dan sesama tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir. Menurutnya, tidak pernah ada hubungan pribadi di luar kepentingan pekerjaan maupun kedinasan.
Ia juga menilai tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak didukung bukti yang dapat membuktikan adanya perselingkuhan sebagaimana yang ramai diberitakan.
Dalam kronologi yang disampaikannya, SN mengaku awalnya bertemu dengan US di kawasan Indomaret depan Aming Coffee. Saat itu, US mengatakan hendak menuju Sungai Pinyuh untuk menemui seorang teman. SN kemudian ikut menumpang tanpa mengetahui bahwa perjalanan akan berakhir di Hotel Patoka.
Menurut pengakuannya, setibanya di hotel dirinya tetap berada di dalam mobil yang terparkir di halaman, sementara US masuk ke lobi hotel untuk menemui rekannya.
Tak lama kemudian, istri US bersama adiknya datang ke lokasi. Momen tersebut direkam dalam bentuk video yang kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.
SN menilai penyebaran video tersebut telah melahirkan berbagai asumsi yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Ia menyebut informasi yang berkembang juga diduga menjadi pemicu aksi demonstrasi yang dilakukan siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir beberapa waktu lalu.
Akibat tuduhan tersebut, SN mengaku mengalami kerugian yang cukup besar, baik secara pribadi maupun profesional. Ia menyebut nama baik, kehormatan, serta profesinya sebagai tenaga pendidik tercemar. Selain itu, kondisi psikologis dirinya dan keluarganya juga ikut terdampak.
Sementara itu, kuasa hukum SN, Deky Mulyadi, S.H., M.H., dari Yayasan Bantuan Hukum Mempawah Bestari, meminta seluruh pihak menghentikan penyebaran informasi yang dinilai tidak benar serta tidak membangun opini yang dapat menyesatkan masyarakat.
Ia juga meminta pihak-pihak yang telah menyebarkan tuduhan terhadap kliennya untuk memulihkan nama baik SN dan menyampaikan klarifikasi dalam waktu 1 x 24 jam sejak pernyataan tersebut disampaikan.
Menurut Deky, apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi dan dugaan pencemaran nama baik masih terus berlangsung, pihaknya akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi melalui media elektronik.
Selain itu, Deky juga menyayangkan adanya dugaan keterlibatan oknum komite sekolah yang disebut menggerakkan siswa melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan agar SN tidak lagi mengajar di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta Inspektorat Provinsi masih melakukan pemeriksaan terhadap dua oknum guru yang dikaitkan dengan video viral tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah dan keputusan sesuai ketentuan yang berlaku.[SK]
