Streaming Radio Lawang Kuari

DPRD Singkawang Soroti Pemadaman Listrik Massal, UMKM dan Ekonomi Warga Dinilai Terdampak Serius

Editor: Admin author photo

Suasana padamnya listrik di Pasar Hongkong Singkawang belum lama ini. SUARALAWANGKUARI/SK
Singkawang (Suara LawangKuari) – Pemadaman listrik massal yang melanda Kota Singkawang dalam beberapa hari terakhir memicu gelombang keluhan dari masyarakat. Gangguan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga dinilai berdampak langsung terhadap roda perekonomian daerah.

Ketua Komisi II DPRD Kota Singkawang, Harry Sarasati Wedha Sugeng, menyebut kondisi tersebut telah memukul aktivitas usaha masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi penopang ekonomi lokal.

“Tak sekadar mengganggu aktivitas rumah tangga, kondisi Singkawang padam listrik juga dapat memukul urat nadi perekonomian daerah yang menyebabkan kerugian finansial bagi para pelaku usaha,” ujar Harry.

Menurutnya, Singkawang sebagai kota jasa dan pariwisata yang menjadi salah satu destinasi utama di Kalimantan Barat sangat bergantung pada stabilitas layanan listrik. Kondisi pemadaman berkepanjangan, kata dia, berpotensi mengganggu citra daerah sekaligus menurunkan pendapatan pelaku usaha.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan Pasar Hongkong serta berbagai usaha kecil mulai dari warung makan, kedai kopi, hingga industri rumahan ikut terdampak. Tidak hanya itu, bahan baku makanan yang tersimpan di lemari pendingin dilaporkan banyak yang rusak akibat listrik padam, sehingga menimbulkan kerugian dan penurunan omzet secara signifikan.

“Peralatan listrik rumah tangga dan hewan peliharaan yang tergantung pada kelistrikan dan lain-lain, siapa yang mau bertanggung jawab atas kerugian finansial yang harus ditanggung masyarakat,” tegasnya.

Harry menilai, di era digitalisasi saat ini, pemadaman listrik berjam-jam dapat langsung melumpuhkan aktivitas ekonomi mikro. Ia menegaskan bahwa dampak yang ditimbulkan bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga kerugian nyata yang dirasakan masyarakat.

“Saya meminta PLN Singkawang harus transparansi dan melakukan mitigasi serta solusi cepat agar tidak berlarut-larut, termasuk memastikan hak-hak konsumen terpenuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masyarakat selama ini telah disiplin dalam memenuhi kewajiban pembayaran listrik setiap bulan. Karena itu, menurutnya, sudah sepatutnya penyedia layanan juga memberikan tanggung jawab ketika terjadi gangguan yang merugikan pelanggan.

“Jadi sudah sepatutnya ketika PLN gagal memberikan hak masyarakat, PLN juga harus memberikan kompensasi atas kerugian ekonomi warga Kota Singkawang,” pungkasnya.[SK] 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play