![]() |
| Ketua Ayoung Tao Ketungau Sekadau Paulus Subarno.SUARALAWANGKUARI/SK |
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Ngah Barno itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk kembali memimpin Ayoung Tao Ketungau. Kami mohon dukungan semua pihak,” ujarnya.
Ngah Barno yang juga anggota DPRD Sekadau menegaskan bahwa Mubes merupakan forum penting untuk memperkuat kebersamaan serta merumuskan arah organisasi melalui musyawarah.
“Tujuan utama musyawarah adalah membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antaranggota. Saya mengajak seluruh peserta menjadikan forum ini sebagai sarana pengambilan keputusan secara musyawarah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan organisasi yang bergerak di bidang adat dan budaya tersebut.
Ia menilai keberadaan organisasi seperti Ayoung Tao Ketungau memiliki peran penting dalam menjaga persatuan masyarakat, khususnya di kalangan Dayak.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau. Harapannya organisasi ini dapat terus menjaga persatuan dan mempererat kebersamaan,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sekadau. Bupati Sekadau, Aron, melalui Kepala Kesbangpol Sekadau, Apeng Petrus, mengapresiasi pelaksanaan Mubes tersebut.
Ia berharap forum ini mampu menghasilkan keputusan strategis yang berdampak positif, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau mendukung penuh berbagai kegiatan masyarakat, baik organisasi sosial, adat, maupun keagamaan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Melalui Mubes ke-3 ini, Perkumpulan Ayoung Tao Ketungau diharapkan semakin solid dalam menjaga nilai-nilai adat, memperkuat persatuan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial di Kabupaten Sekadau.[SK]