![]() |
| Polres Sekadau Gelar Rakor Lintas Sektoral.SUARALAWANGKUARI/SK |
Rakor dipimpin Kapolres Sekadau Andhika Wiratama dan dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, organisasi keagamaan, tokoh agama, serta para pejabat utama Polres Sekadau dan Kapolsek jajaran.
Kapolres Sekadau Andhika Wiratama mengatakan rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menyatukan strategi pengamanan menjelang Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026.
“Operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang mendapat perhatian serius di tingkat pusat, terutama terkait pengamanan lalu lintas dan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menuturkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengamanan mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.
Polres Sekadau, lanjutnya, telah menyiapkan dua pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang akan ditempatkan di titik strategis serta pusat aktivitas masyarakat.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana alam, termasuk pemantauan ketersediaan bahan pokok serta distribusi energi.
“Situasi kamtibmas di Kabupaten Sekadau selama ini relatif kondusif. Namun kita tidak boleh meremehkan potensi yang bisa muncul sewaktu-waktu,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sekadau Mohammad Isa mengapresiasi jajaran Polres Sekadau yang menggelar rapat koordinasi lintas sektoral sebagai langkah antisipasi menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, tanpa pengamanan yang matang, perayaan hari besar keagamaan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan hingga gangguan keamanan.
“Rapat ini penting untuk memperkuat sinergi lintas instansi agar pengamanan, kelancaran lalu lintas, serta ketersediaan dan stabilitas harga pangan dapat terjaga,” kata Isa.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah, khususnya dinas yang membidangi perdagangan dan distribusi, untuk aktif memantau ketersediaan bahan pokok, BBM, dan gas hingga tingkat kecamatan serta melaporkan perkembangan terkini secara berkala.
Dalam paparan teknis, Kabagops Polres Sekadau Sugiyanto menjelaskan Operasi Ketupat Kapuas 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Menurutnya, operasi kepolisian terpusat tersebut mengedepankan langkah preemtif dan preventif dengan sasaran pengamanan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Beberapa kegiatan yang menjadi fokus pengamanan antara lain salat tarawih, takbir malam Lebaran, arus mudik dan balik, aktivitas belanja masyarakat, hingga kegiatan wisata selama libur Lebaran.
Selain itu, pengamanan juga menyasar sejumlah objek vital seperti pusat perbelanjaan, terminal, jalur utama dan alternatif, tempat ibadah, SPBU, hingga lokasi wisata.
Dalam rapat tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau menyatakan akan menurunkan 29 personel untuk mendukung pengamanan bersama Polres Sekadau, termasuk pengawasan di terminal dan pemeriksaan kelayakan kendaraan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau menyiapkan layanan medis di pos-pos pengamanan serta unit gawat darurat (UGD) yang siaga 24 jam guna mengantisipasi kondisi darurat selama periode Lebaran.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Sekadau menyampaikan bahwa potensi bencana di wilayah tersebut masih relatif aman meskipun curah hujan cukup tinggi. Pemantauan terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi hingga tingkat kecamatan.
Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau turut menyampaikan rencana kegiatan Ramadan seperti safari Ramadan, kegiatan kebersihan masjid, serta penyaluran zakat di berbagai masjid.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum penting penyamaan persepsi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Sekadau berlangsung aman, tertib, dan lancar.[SK]
