![]() |
| FOTO BERSAMA saat meresmikan Rumah Adat Dayak Pian Lamok di Kampung Lamau, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, baru-baru ini.SUARALAWANGKUARI/SK |
Hal itu disampaikannya saat meresmikan Rumah Adat Dayak Pian Lamok di Kampung Lamau, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, baru-baru ini. Peresmian berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, disertai kegiatan adat serta doa bersama yang dihadiri masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Aron menekankan pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali semangat gotong royong serta nilai kekeluargaan yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, rumah adat harus menjadi pusat aktivitas budaya dan adat istiadat, sekaligus ruang edukasi bagi generasi muda.
“Kita ingin melestarikan adat dan budaya yang saat ini mulai perlahan hilang. Ini adalah bagian dari kekayaan bangsa, maka perlu kita gaungkan kembali. Sangat penting bagi kita untuk menjaga rumah adat di tempat masing-masing sebagai benteng budaya,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan rumah adat merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi Kabupaten Sekadau yang Unggul, Sejahtera, dan Bermartabat. Kemajuan daerah, lanjutnya, tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu mempertahankan identitas dan jati diri budayanya.
“Kita tidak mungkin dianggap bermartabat jika kita tidak mengenal dan menghargai budaya kita sendiri. Oleh karena itu, manfaatkanlah rumah adat ini sebagaimana mestinya untuk menjaga marwah budaya Dayak di Kabupaten Sekadau,” pungkasnya.
Dengan berdirinya Rumah Adat Dayak Pian Lamok, diharapkan nilai-nilai adat dan tradisi leluhur terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan dan kebanggaan budaya di Kabupaten Sekadau.[SK]