Streaming Radio Lawang Kuari

Wakil Ketua DPRD Sekadau Soroti Maraknya Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Editor: Redaksi author photo

Wakil Ketua DPRD Sekadau Jefray Raja Tugam
Sekadau (Suara Lawang Kuari) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Jefray Raja Tugam, menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Sekadau. Ia bahkan mengaku prihatin karena dalam sejumlah kasus, pelaku merupakan orang terdekat korban, termasuk orang tua kandung sendiri.

Melihat fenomena tersebut, Jefray mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan serta melakukan sosialisasi guna mencegah terulangnya kasus serupa.

 Menurutnya, kekerasan seksual terhadap anak merupakan persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak buruk terhadap masa depan generasi muda.

 “Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua. Jika dibiarkan, kasus-kasus seperti ini dapat merusak masa depan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa,” kata Jefray Raja Tugam kepada awak media, Jumat (19/6/2026), di Lupung Caffe usai mengikuti rapat bersama unsur Forkopimda Kabupaten Sekadau.

 Ia menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

 “Jadi kasus ini harus menjadi perhatian semua pihak,” tegasnyaKetua DAD Sekadau ini.

 Jefray menilai terdapat sejumlah faktor yang diduga menjadi pemicu meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak, di antaranya pengaruh minuman keras dan penyalahgunaan narkotika yang dapat memengaruhi perilaku seseorang hingga melakukan tindakan menyimpang.

 “Faktor minuman keras maupun narkotika bisa menjadi salah satu pemicu. Apalagi jika tindakan tersebut dilakukan terhadap anak kandung sendiri, ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

 Selain itu, Jefray juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya seorang ibu, dalam melakukan pengawasan terhadap perkembangan dan perilaku anak maupun lingkungan sekitar tempat anak berinteraksi.

 Menurutnya, orang tua harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang bisa menjadi indikasi adanya tindakan kekerasan atau pelecehan seksual.

 “Peran seorang ibu sangat sentral untuk melihat perilaku anak dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Jika ada gelagat yang mencurigakan, sebaiknya segera melapor agar dapat ditindaklanjuti,” pesannya. 

Ia berharap melalui sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan anak, maupun masyarakat, kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sekadau dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. [tim]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play