Streaming Radio Lawang Kuari

Pjs Bupati Frans Zeno Bersama Kadisporapar Nikmati Biaban Rafting, Wisata Alam Unggulan Sekadau

Editor: Redaksi author photo

Jajaran Disporapar Sekadau dengan Pjs Bupati Frans Zeno diakhir tugas berwisata di Biaban Rafting
Sekadau Hulu (Suara Lawang Kuari) – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sekadau, Frans Zeno, bersama jajaran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sekadau mencoba sensasi arung jeram di Biaban Rafting, Desa Nanga Biaban, Kecamatan Sekadau Hulu. 

Kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan tugas Pjs Bupati yang akan mengakhiri masa baktinya di Kabupaten Sekadau pada 23 November 2024.

Frans Zeno menyampaikan rasa kagumnya terhadap keindahan alam Sekadau yang menawarkan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. 

"Biaban Rafting ini memiliki daya tarik luar biasa. Saya harap ke depannya, objek wisata ini terus dipromosikan dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," ujar Frans.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disporapar Sekadau, Bayu Dwi Harsono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud apresiasi kepada Pjs Bupati atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas di Sekadau. 

"Pak Frans telah memberikan banyak dorongan bagi pengembangan sektor pariwisata. Perpisahan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga simbol sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memajukan wisata alam seperti Biaban Rafting," kata Bayu.

Biaban Rafting dikenal sebagai salah satu destinasi wisata arung jeram yang memanfaatkan aliran sungai alami dengan jeram-jeram menantang, sehingga menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Menurut Bayu, pihaknya akan terus meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas di lokasi ini agar semakin menarik bagi wisatawan.

“Selain menikmati keindahan alam, wisata ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga Desa Nanga Biaban. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama,” tambah Bayu. [tim]

Share:
Komentar

Berita Terkini