Streaming Radio Lawang Kuari

Kegigihan Daryono, Penjual Batagor Bangkit dari Pandemi untuk Biayai Kuliah Anak

Editor: Redaksi author photo

Daryono seorang pedagang Batagor yang mangkal di depan lapangan EJ Lantu Sekadau. SUARALAWANGKUARI.COM/Acil

SEKADAU
---Panas terik menyengat. Siang itu, pria berbaju hitam berdiri dan berteduh sambil menggoreng batagor di gerobak miliknya.

Pria itu bernama Daryono. Sehari-hari, ia berjualan batagor di Lapangan EJ jalantu Sekadau, guna untuk menghidupi keluarga, dan menguliahkan anaknya yang ada di Purwokerto.

Daryono mengisahkan, dirinya berjualan batagaor sudah 10 tahun lebih, dan hingga saat ini dirinya masih berjuan batagor. Ia sudah menikah, namun sudah bercerai dengan istirinya, dan mempunyai lima orang anak.

“Saya berjualan batagor sudah 10 tahun lebih. Alhamdulilah, lewat batagor saya mampu menguliahkan kelima anak saya. Yang 4 sudah menikah, tinggal satu lagi yang masih kuliah di Purwokerto sudah semester lima.” Ujar Daryono, Senin (26/7/2021).

Pria berusia 53 tahun tersebut juga mengatakna, dirinya sebelum berjualan batagor sempat berjuan siomay, pada tabhun 2005, hingga tahun 2010, waktu itu, ia masih bersama dengan sang istri.

Kendati demikian, semangat dan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga tidak terlepas begitu saja. 

“Walapun saya sudah bercerai, saya tetap tidak bisa lepas dari tanggungjawab saya sebagai seoarang ayah. Karena anak merupakan darah daging saya sendiri,” tuturnya,

Daryono juga mengisahkan sejak awal pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Sekadau membuat dirinya menjadi lemah seolah-olah tak berdaya. Sebab pada saat itu, pemerintah menyarankan agar lockdwon dan berdiam dirumah saja.

“Saya merasa terpukul mas, karena gak bisa jualan. Biasanya saya bawa uang pada saat pulang kerumah, namun sekarang saya tidak berjualan, jadi tidak ada pemasukan apa-apa. Karena kalau saya tidak narik gerobak, saya gak makan, anak butuh biaya untuk kuliah, saya bingung dan bagaimana caranya untuk dapat pemasukan” katanya.

Jual Batagor Online

Karena tidak bisa berjualan dan mangkal ditempat biasanya, Daryono mulai belajar dari anaknya yang sedang berkuliah untuk menggunakan teknologi untuk berjualan. Sebab dengan usia yang sudah cukup tua, Daryono hanyaah seorang bapak tua yang hanya bisa berjualan keliling saja, dan tidak menganal yang namanya hanphone android.

“Kebetulan, anak saya waktu itu sedang berada di Sekadau pas pulang libur, saya mulai belajar dengan anak saya untuk berjualan secara online, awalnya memang susah, sepi pembeli. Namun Alhamdulilah berkat kegigihan. Kesabaran dan tawakal sedikit-sedikit saya mendapat pemasukan, dengan berjualan secara online melalui pesan antar lewat akun Facebook,” ucapnya.

Setelah masa transisi dan bekerja dengan protokol kesehatan, Daryono pun mulai berjualan seperti biasanya meskipun pada saat awalnya sepi, namun dirinya bersukur ada pemasukan setiap harinya dan tidak mesti berharap dari order online. 

“ Alhamdulilah sih mas setelah selesi lockdown saya bisa berjualan seperti biasanya. Meskipun pendapatannya belum seperti biasa yang penting setiap harinya ada pemasukan,” cetusnya. 

“Setelah anak saya selesai kuliah, saya mau istirahat mangkal berjualan. Paling saya berjualan buka usaha dirumah,” pungkasnya.

Daryono juga mengajak masyarakat dengan kondisi pandemic Covid-19 saat ini agar tetap semangat untuk bekerja dengan cara-cara yang bias dilakukan. 

“Kita juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,” pungkasnya. 

[Meliamus Acil]


Share:
Komentar

Berita Terkini