Streaming Radio Lawang Kuari

Polres Sekadau Pantau Lokasi Rawan PETI di Nanga Mahap, Aktivitas Tidak Ditemukan

Editor: Admin author photo

Polisi saat cek lokasi PETI di Nanga Mahap.SUARALAWANGKUARI/SK
Sekadau (Suara Lawang Kuari) – Kepolisian Resor (Polres) Sekadau melakukan pengecekan dan monitoring di wilayah yang terindikasi rawan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Minggu (18/1/2026).

Pengecekan dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB oleh personel Satreskrim Polres Sekadau bersama anggota Polsek Nanga Mahap. Lokasi yang menjadi sasaran berada di Dusun Sekitak, Desa Batu Pahat, yang sebelumnya diinformasikan sebagai titik yang diduga rawan aktivitas PETI.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan, dari hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan adanya aktivitas pertambangan tanpa izin. Petugas juga tidak mendapati alat maupun sarana yang diduga digunakan untuk kegiatan PETI.

“Dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan aktivitas PETI. Berdasarkan keterangan warga sekitar, kegiatan tersebut sudah tidak beroperasi sejak lama,” ujar AKP Triyono.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan patroli preventif di sejumlah titik yang dinilai berpotensi rawan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar aktivitas pertambangan ilegal tidak kembali muncul di kemudian hari.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan pertambangan tanpa izin. Polisi mengingatkan bahwa aktivitas PETI berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman terkait Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, termasuk ancaman sanksi pidana bagi para pelanggarnya. AKP Triyono menegaskan bahwa Polres Sekadau mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam upaya pencegahan.

“Kami mengutamakan pencegahan dan edukasi agar potensi PETI dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan Suara Kalbar di lapangan menunjukkan kondisi Sungai Sekadau masih tampak semakin keruh. Kondisi tersebut diduga akibat pencemaran dari aktivitas PETI di wilayah perhuluan sungai. Akibatnya, sungai yang sebelumnya menjadi kebanggaan masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) sebagai sumber air bersih kini tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal karena tercemar. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini