Streaming Radio Lawang Kuari

Rumah Wartawan Ketapang Didatangi Puluhan Orang Usai Pemberitaan Dugaan MBG Tak Layak Konsumsi

Editor: Admin author photo

 

Ilusttrasi – Rumah Wartawan didatangi massa di Ketapang, Kalbar/ AI. SUARALAWANGKUARI/SK
Ketapang (Suara Lawang Kuari) – Rumah wartawan di Kabupaten Ketapang, Adang Hamdan, didatangi puluhan orang pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi beberapa hari setelah terbitnya pemberitaan mengenai dugaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru.

Menurut Adang, kedatangan puluhan orang tersebut berkaitan dengan pemberitaan yang dibuatnya terkait dugaan persoalan kualitas makanan MBG. Rombongan yang datang disebut meminta pertanggungjawaban atas pemberitaan yang dinilai berdampak terhadap penghentian sementara operasional dapur SPPG tersebut.

Adang mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, penghentian sementara operasional dapur tersebut turut berdampak terhadap para relawan dan pekerja yang selama ini menjalankan aktivitas di lokasi tersebut.

“Saya sudah menjalankan tugas jurnalistik sesuai prosedur. Kami datang melakukan konfirmasi, memberikan ruang klarifikasi, bahkan memuat hak jawab. Saya mengira persoalan selesai setelah itu, tetapi justru muncul pernyataan bahwa rumah saya akan didatangi relawan,” ujar Adang, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, dalam menjalankan tugas jurnalistik, dirinya telah berpedoman pada mekanisme kerja pers dengan mengedepankan prinsip keberimbangan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Adang mengaku hal yang paling membuat dirinya khawatir saat kejadian bukan keselamatan pribadi, melainkan kondisi keluarganya yang berada di rumah.

“Yang saya pikirkan saat itu bukan diri saya, tetapi keselamatan istri dan anak-anak. Mereka tidak ada kaitannya dengan pekerjaan jurnalistik yang saya lakukan,” katanya.

Sementara itu, istri Adang mengaku mengalami tekanan saat berusaha melindungi keluarganya ketika puluhan orang berada di sekitar rumah mereka.

“Saya hanya ingin melindungi keluarga saya. Saya merasa tertekan karena begitu banyak orang datang ke rumah. Saya sempat ditarik di tengah kerumunan dan situasinya sangat membuat saya takut,” tuturnya.

Ia mengatakan, kedua anaknya juga mengalami ketakutan setelah menyaksikan langsung kejadian tersebut.

“Anak-anak melihat semuanya secara langsung. Setelah kejadian itu mereka terus bertanya mengapa begitu banyak orang datang ke rumah kami. Itu yang paling membuat saya sedih sebagai seorang ibu,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum peristiwa kedatangan massa tersebut terjadi, dirinya sempat mendengar adanya pernyataan yang dipahami sebagai ancaman bahwa rumahnya akan didatangi oleh para relawan yang terdampak penghentian sementara operasional dapur SPPG.

Beberapa hari kemudian, puluhan orang benar-benar mendatangi kediamannya.

Adang juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan yang datang diduga tidak hanya berasal dari pekerja dapur SPPG Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru, tetapi juga melibatkan pekerja dari dapur lain yang disebut masih berada di bawah pengelolaan pihak yang sama.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan, tanpa adanya tindakan yang berpotensi mengganggu kebebasan pers maupun menimbulkan rasa tidak aman bagi pihak lain.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG maupun pihak-pihak yang disebut dalam peristiwa tersebut terkait tujuan kedatangan massa ke rumah wartawan.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait, termasuk instansi berwenang, guna memastikan seluruh informasi tersaji secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play