![]() |
| Sempat Menetap di Motor Air, Hasan Kini Miliki Tempat Tinggal. SUARALAWANGKUARI/SK |
Sebelumnya, Hasan terpaksa tinggal di motor air miliknya setelah rumah yang ditempatinya bersama keluarga ambruk. Motor air tersebut selama ini digunakan Hasan untuk mencari nafkah dengan membawa warga memancing ke sejumlah lokasi, termasuk hingga Tayan.
“Biasanya bawa orang mancing. Kadang ke Tayan,” ujar Hasan, Kamis (27/8/2026).
Peristiwa robohnya rumah tersebut terjadi ketika Hasan berada di dalam rumah bersama istrinya, Aisyah Putri (24), dan anak mereka, Raisya Haja (6). Bangunan yang mereka tempati tiba-tiba ambruk dan membuat keluarga tersebut panik.
“Waktu itu kami di dalam rumah, tiga beranak. Saya tertimpa dari bagian dinding, tapi masih sempat menyelamatkan anak saya,” tuturnya.
Dalam situasi tersebut, Hasan berupaya menyelamatkan istri dan anaknya. Sejumlah barang milik keluarga turut tercebur dan terkena air. Peristiwa itu membuat Hasan dan keluarganya kehilangan tempat tinggal dan untuk sementara harus bertahan di atas motor air yang juga menjadi sumber penghasilannya.
Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial bersama BPBD dan perangkat terkait kemudian bergerak memberikan bantuan kepada keluarga Hasan. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M Akif mengatakan, pemerintah telah memberikan bantuan berupa pakaian, makanan siap saji selama tujuh hari serta sejumlah kebutuhan lainnya.
“Pemerintah Kota Pontianak sudah memberikan bantuan berupa sandang, makanan siap saji selama tujuh hari, dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Selain bantuan kebutuhan dasar, Pemkot Pontianak juga sempat menawarkan Hasan untuk menempati rumah susun (rusun). Namun, tawaran tersebut belum dapat diterima Hasan pada saat itu.
“Kita juga sudah menawarkan kepada Pak Hasan Karmana untuk menempati rusun, tetapi beliau belum bersedia waktu itu,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, solusi kemudian datang dari kepedulian sesama warga. Mustafa menawarkan rumah miliknya di kawasan Gang Kuantan untuk ditempati Hasan bersama keluarganya.
Tawaran tersebut akhirnya diterima Hasan. Dengan demikian, Hasan dan keluarganya tidak lagi harus tinggal di atas motor air.
“Alhamdulillah, Pak Mustafa menawarkan rumahnya dan Pak Hasan juga sudah bersedia untuk tinggal di sana,” jelas Akif.
Menurut Akif, lokasi tempat tinggal sementara tersebut juga cukup mendukung aktivitas Hasan dalam mencari nafkah. Motor air yang selama ini digunakan untuk membawa warga memancing dapat dibawa dan ditempatkan di sekitar lokasi tersebut.
“Motor airnya juga bisa dibawa ke sana, sehingga tidak mengganggu aktivitas Pak Hasan untuk membawa orang memancing,” ujarnya.
Meski kebutuhan tempat tinggal sementara telah mendapatkan solusi, persoalan pembangunan kembali rumah Hasan masih menghadapi kendala. Akif menjelaskan, rumah yang roboh tersebut berdiri di atas lahan milik orang lain. Sementara pemilik lahan diketahui telah meninggal dunia.
“Kendalanya, rumah Pak Hasan yang roboh itu berada di tanah milik orang lain. Pemiliknya juga sudah meninggal, sehingga tidak bisa dibangun kembali begitu saja,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pembangunan kembali rumah tidak dapat dilakukan secara langsung karena menyangkut aspek kepemilikan dan administrasi lahan. Pemkot Pontianak pun masih berupaya mencari solusi yang memungkinkan bagi Hasan dan keluarganya.
Akif memastikan pemerintah tetap memberikan perhatian agar keluarga Hasan tidak terlantar setelah kehilangan tempat tinggal. Bantuan kebutuhan dasar telah disalurkan, sementara tempat tinggal sementara kini terwujud berkat kepedulian warga.
“Yang penting hari ini Pak Hasan sudah bersedia menempati rumah yang ditawarkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara yang baik,” pungkasnya.
Kisah Hasan menjadi gambaran bahwa kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah. Setelah sempat bertahan di motor air yang menjadi sumber penghidupannya, Hasan kini memiliki tempat untuk tinggal bersama keluarga sembari tetap menjalankan pekerjaannya.[SK]
