![]() |
| Foto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan jajaran Pimpinan DPRD Kalbar usai Rapat Paripurna penyampaian nota penjelasan KUA PPAS 2026. SUARALAWANGKUARI/SK |
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan, kedua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka stunting di Kalimantan Barat.
Hal itu disampaikan Norsan saat memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan anggaran pemerintah daerah usai mengikuti Rapat Paripurna, Senin (10/8/2026).
“Tetap kita prioritaskan masalah infrastruktur. Kemudian juga dalam KUA-PPAS 2027 nanti, pendidikan dan kesehatan tetap jadi prioritas utama. Kedua ini yang perlu kita seriuskan karena dari pendidikan dan kesehatan ini salah satu juga menekan angka stunting,” ujar Norsan.
Menurutnya, pembangunan pendidikan dan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan memberikan perhatian lebih terhadap program-program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di sektor pendidikan, perhatian pemerintah diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Sementara di bidang kesehatan, berbagai program diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat pencegahan dan penanganan stunting.
Selain pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu fokus Pemprov Kalbar. Infrastruktur dinilai penting sebagai penunjang konektivitas, aktivitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, Norsan menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi dalam arah kebijakan anggaran 2027.
“Kedua-duanya itu, kesehatan dan pendidikan, di samping infrastruktur juga. Artinya yang paling urgent pendidikan dan kesehatan, kemudian infrastruktur. Itu yang kita utamakan, kalau yang lain masih bisa kita pertimbangkan,” katanya.
Penetapan prioritas tersebut menjadi bagian dari arah pemerintah daerah dalam menyusun anggaran yang lebih terarah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemprov Kalbar juga diharapkan mampu memperkuat program peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta intervensi penurunan stunting melalui dukungan anggaran yang memadai.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tetap akan berjalan sesuai kemampuan fiskal daerah dan skala kebutuhan. Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai program berdasarkan tingkat urgensi serta dampaknya terhadap masyarakat.
Dengan fokus tersebut, KUA-PPAS 2027 diharapkan tidak hanya menjadi instrumen perencanaan anggaran, tetapi juga mampu menjadi pijakan dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat sektor kesehatan, menekan stunting, dan mendorong pembangunan Kalimantan Barat yang lebih merata.[SK]
