Kegiatan tersebut menjadi rangkaian awal sebelum pembukaan resmi MTQ ke-34 sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarkafilah dari seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ria Norsan hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan. Turut hadir jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para peserta MTQ dari berbagai kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan bahwa Malam Ta’aruf bukan hanya sekadar acara penyambutan, tetapi memiliki makna penting dalam memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara seluruh peserta MTQ.
“Acara ini menjadi momentum awal yang mempertemukan para kafilah dari berbagai kabupaten/kota sebelum pembukaan resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara,” ujar Ria Norsan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh masyarakat yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ dengan baik. Menurutnya, kesiapan tuan rumah menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Gubernur menilai Malam Ta’aruf menjadi ruang untuk membangun kedekatan, saling mengenal, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara para peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Malam Ta’aruf ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan menjadi momentum untuk saling mempererat silaturahmi dan menumbuhkan ukhuwah Islamiyah di antara seluruh kafilah dari berbagai daerah di Kalimantan Barat,” tuturnya.
Ria Norsan juga mengaku bangga melihat antusiasme para kafilah yang hadir dengan semangat memuliakan Al-Qur’an. Ia turut mengapresiasi keramahan masyarakat Kayong Utara yang telah memberikan sambutan hangat kepada seluruh peserta.
Ia berharap MTQ ke-34 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Melalui penyelenggaraan MTQ ke-34 ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadikan ajang ini sebagai perlombaan semata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persaudaraan, saling belajar, serta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan MTQ merupakan bagian penting dari syiar Islam yang berperan dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan kandungan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar, tetapi juga mampu memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ungkap Romi.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan tanpa melihat perbedaan daerah asal maupun latar belakang.
“Perbedaan daerah asal, latar belakang maupun kemampuan hendaknya menjadi kekuatan yang memperkaya persaudaraan. Saya mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berdoa semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan dalam setiap tahapan penyelenggaraan MTQ ke-34 ini,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa, menyampaikan bahwa MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalbar diikuti sebanyak 633 peserta dari 14 kabupaten/kota.
Jumlah tersebut terdiri dari 316 peserta putra dan 317 peserta putri. Para peserta berasal dari Kabupaten Bengkayang sebanyak 26 orang, Kapuas Hulu 40 orang, Kayong Utara 55 orang, Ketapang 54 orang, Kubu Raya 54 orang, Landak 39 orang, Melawi 35 orang, Mempawah 54 orang, Sambas 50 orang, Sanggau 45 orang, Sekadau 38 orang, Sintang 37 orang, Kota Pontianak 55 orang, dan Kota Singkawang 51 orang.
Andi Musa menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Barat serta seluruh bupati dan wali kota yang telah memberikan dukungan penuh sehingga seluruh kafilah dapat hadir dan mengikuti MTQ ke-34.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah syiar Al-Quran dan silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antarsesama umat Islam serta memperkokoh kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Al-Qur’an, pelaksanaan MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Khatulistiwa.[SK]
