Dukungan operasi udara tersebut dilakukan melalui metode water bombing menggunakan helikopter UH-60L dengan registrasi VH-L6T milik Elang Dhirgantara Candracanta. Helikopter dijadwalkan lepas landas sekitar pukul 08.00 WIB untuk menjalankan sortie pertama pemadaman.
Dalam operasi tersebut, penerbangan dipimpin Pilot in Command (PIC) Remy Oliver Lewis, didampingi Second in Command (SIC) Jacob Anthony Laba serta Helicopter Landing Officer (HLO) Imam Susanto.
Sasaran water bombing difokuskan pada sejumlah titik kebakaran di kawasan Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur. Penentuan sasaran dilakukan berdasarkan hasil finalisasi briefing serta permintaan Tim Satgas Darat BNPB yang berada di lokasi.
Untuk mendukung efektivitas operasi, BNPB juga menyiapkan titik pengambilan air atau water source serta lokasi penjatuhan air atau water drop.
Penggunaan dukungan udara tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman, terutama pada titik api yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Kebakaran yang melanda kawasan Sinar Kuri dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pemerintah daerah. Pengerahan helikopter water bombing dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya petugas di lapangan dalam mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi dukungan BNPB yang mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang.
“Saya harap operasi udara tersebut dapat mempercepat pemadaman titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Alex, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung penanganan karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai unsur terkait.
Ia menyebut pengerahan helikopter water bombing merupakan bagian dari langkah terpadu antara pemerintah daerah dan BNPB bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta unsur lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan pemadaman setelah kebakaran terjadi, tetapi juga upaya pencegahan agar titik api tidak kembali muncul dan meluas.
Alex menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana karhutla di Kabupaten Ketapang.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah kebakaran, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu munculnya titik api.
“Karena pencegahan merupakan langkah paling efektif menghindari meluasnya bencana,” pungkasnya.[SK]
