Streaming Radio Lawang Kuari

Ria Norsan Dorong Pengelolaan Masjid Profesional, Perkuat Peran sebagai Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

Editor: Admin author photo

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (24/7/2026). SUARALAWANGKUARI/SK
Pontianak (Suara Lawang Kuari) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional agar keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (24/7/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan menekankan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi umat.

Menurutnya, kualitas pengelolaan masjid sangat ditentukan oleh perhatian terhadap aspek kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan. Masjid yang terawat dengan baik akan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi jamaah sekaligus meningkatkan semangat masyarakat untuk memakmurkan rumah ibadah.

“Kalau masjid bersih, indah, dan nyaman, jamaah akan semakin betah beribadah. Karena itu, kebersihan ruang salat, tempat wudhu hingga toilet harus menjadi perhatian utama para pengurus masjid,” ujar Norsan.

Selain memperhatikan sarana dan prasarana, Norsan juga mendorong pengurus masjid untuk terus menghidupkan berbagai program keagamaan dan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kegiatan seperti pengajian rutin, majelis taklim, pembinaan generasi muda, pendidikan Al-Qur’an hingga program sosial kemasyarakatan dinilai penting untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembangunan umat.

Ia mencontohkan sejumlah praktik baik yang telah diterapkan di berbagai daerah, seperti penyediaan makanan gratis bagi masyarakat, pengelolaan fasilitas air bersih, hingga gerakan sedekah Jumat yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, inovasi tersebut membuktikan bahwa masjid dapat menjadi motor penggerak kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program-program seperti itu menunjukkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat. Semangat inilah yang perlu terus dikembangkan di Kalimantan Barat,” katanya.

Melalui Musda DMI Kota Pontianak, Norsan berharap lahir kepengurusan yang amanah, solid, dan memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan tata kelola masjid secara modern dan profesional. Dengan pengelolaan yang baik, masjid diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan umat, mempererat persaudaraan Islam, serta menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.

Musda DMI Kota Pontianak turut dihadiri Ketua DMI Kota Pontianak yang juga Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus masjid dari berbagai wilayah di Kota Pontianak.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi DMI untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan peran masjid sebagai pilar pembangunan umat dan pusat kemajuan masyarakat di Kalimantan Barat.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play